Jadi, ceritanya kami di dalam satu gereja ada di musim penginjilan. Beberapa orang datang ke satu tempat yang sudah kami doakan bersama, mereka 'berjuang' di sana tetapi kami yang tidak pergi, berdoa. Hanya berdoa? Eh, jangan salah, berdoa tuh perjuangan juga loh. Murid-murid Yesus saja meminta agar Yesus mengajari mereka berdoa, karena memang tidak mudah. Juga Yesus mengutus Roh Kudus ke dalam hati kita setelah pengangkatan-Nya ke surga untuk berdoa dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
Bukan tentang doa yang ingin saya posting kali ini, tetapi tentang komitmen. Saya dan satu teman mengalami kejadian yang nyaris mirip semalam. Kami sama-sama malas datang komsel. Bukan tentang suasana yang membosankan, atau teman-teman sekomsel yang membuat hati tidak enak, bukan tentang itu semua. Kalian juga pasti pernah merasakan malas tanpa alasan, terutama mengerjakan disiplin rohani. Tidak ada teguran keras atau omelan kalau tidak datang komsel. Semua akan baik-baik saja. Tetapi kenapa harus berkomitmen datang komsel?
