Monday, February 27, 2023

My Gloomy Day

 (efek baca buku-buku Dazai Osamu)

I remember the day I lost my loved ones. The pain was unbearable, it was painful, and it would not come out. My mind wandered into a dark, dense, cold forest, and I knew I would be there for days. I stare at my handphone, reading two of the beloved ones of my friends. I know how it feels. One survives, I don't know about the other. I prayed last night that not the operation that brought her to God, please heal her! I prayed for him, her, and all of the beloved ones. Because I know well the pain. It's unbearable. 


Overthinking dan Asam Urat

Apa hubungannya? Saya juga baru tahu tadi, ternyata kedua hal itu, overthinking dan asam urat ada persamaan. Begini awalnya saya mendapatkan "pencerahan" itu. Pembicaraan mengenai overthinking dan asam urat datangnya bersamaan. Saya mulai dari pembicaraan tentang asam urat. Saya punya teman penderita asam urat akut. Salah satu petugas kebersihan di kantor saya 'curhat' kepada teman saya tentang ibunya yang sakit asam urat. Teman saya yang sudah 'ahli' karena berpengalaman menghadapi serangan segera memberikan tips penanganannya. 

Bagi saya yang tidak punya pengalaman terserang asam urat, informasi itu hanyalah berguna sebagai pengetahuan saja. Tetapi saya tetap mendengarkan karena ada hubungan yang cukup erat dengan penyakit mental yang bernama overthinking. Seperti asam urat, overthinking sebetulnya bisa diatasi ketika masih dalam bentuk serangan-serangan kecil. Kalau asam urat, pencegahannya tentunya dengan mengkonsumsi makanan yang dianjurkan, berolah raga dan menjaga bobot tubuh. Sedangkan overthinking, pencegahannya dengan mengkonsumsi (memasukkan) informasi yang benar ke dalam pikiran, berolah raga agar hati lebih senang dan mengucap syukur

Wednesday, January 11, 2023

Goodbye, Mumun!

My car, Mumun — I guess it’s time to say goodbye. She’s been with me through so many roads, storms, and near disasters that it almost feels wrong to let her go. But before I do, I want to tell her story — or maybe ours.

The scariest moment happened one Christmas holiday. I decided to take Mumun to Jakarta, thinking the highway would be the fastest route home. Everything went fine at first, until somewhere in the middle of the long, grey road, I felt something strange. Mumun began to lose her power. I tried not to panic — maybe I imagined it, I thought. I pressed the gas pedal harder, hoping she’d recover.

Then, the engine stopped.

It was raining that day — heavy but calm — and now I realize that was a blessing. Because of the rain, cars were driving slower than usual. If they hadn’t, things could’ve been much worse. I sat there, gripping the steering wheel, the sound of rain mixing with my heartbeat. I was alone. I didn’t know what to do, so I prayed. I turned the key again and again, whispering, “Please, God.”

After a few tries, Mumun came back to life.

I sighed in relief and drove again, but she wasn’t the same. The power was weak. And then, she stopped again — right in the middle of traffic near the Tanjung Priok toll gate. Cars were honking, people were impatient, and then I saw an ambulance trying to pass on my right. Right at that moment, the engine died once more.

Panic kicked in. I turned the key and pressed the gas, but there was no response. Then I noticed something — the road was slightly downhill. Maybe it was instinct, maybe it was grace, but I released the brake and let gravity help. Slowly, Mumun started to move, and somehow, we made it out of the highway.

The road to my house was another test. I took a smaller, quieter route, hoping it’d be easier — but of course, life had other plans. A car and a gerobak blocked the way at the same time. I couldn’t move, people started yelling, and I felt completely helpless. They didn’t know the gerobak couldn’t move aside. It was chaotic, humiliating even. But eventually, I made it home. Mumun’s engine released a puff of smoke as if to say, “That’s all I’ve got for today.” Only later did I find out she had been “dehydrated.”

A few days later, I drove her again — this time to my church’s Christmas gathering in Lenteng Agung. Four of us were inside, laughing and chatting, until the same problem came back. We didn’t know what to do, so we left Mumun in Kalibata and continued our journey by online taxi. I was worried sick. Thankfully, my friends later helped me, and Bang Alex figured out the issue and fixed it.

On the drive back, though, I couldn’t shake off the fear of the engine stopping again. It made me press the gas harder than I should have — too hard, maybe — and I almost collided with another car at an intersection. My friend screamed, my heart stopped for a second, and I knew I’d pushed too far.

That night, shame hit me harder than fear. I could’ve hurt someone. I could’ve made things worse.

But later, when I told this story to a colleague, she smiled and said, “That’s something unforgettable — and precious.” And maybe she was right. Maybe all those moments weren’t just problems; maybe they were lessons — reminders that God’s protection is real, even in the middle of panic, rain, and engine smoke.

So now, as I prepare to say goodbye to Mumun, I choose to remember the good things: the roads we conquered, the prayers whispered in fear, and the quiet gratitude after every near-miss.

Thank you, Mumun, for every adventure — for being part of my story, for teaching me to trust, to stay calm, and to believe.

Goodbye, my loyal friend. You’ve served me well.

Tuesday, January 3, 2023

I can READ it

When I posted a thank you line for those who celebrated their birthdays, I consciously, intently order the names, not by the hierarchy but by their names.  What I meant is this, we are all the same. Maybe I am the one who's weird but I just hate the hierarchy if it's overly used. You see, that was just a list of names, but none DARED to re-order it. The boss is always on top. Even in casual greetings, and I hate it because I can read it. It's obviously insane for me. Not that I hate the boss, no, she's my friend, it's the behavior that overly makes her always on top.

That kind of mindset bothers me. Why can't we enjoy being human? Equal to one another? Or, that's what should be? The proper one?

I wish that I can't read it.


Tuesday, December 20, 2022

Kesukaan Bagi Dunia

Saya menyukai lagu-lagu natal, salah satunya adalah Kesukaan Bagi Dunia. 
Hai dunia, bersukalah!
Yesus sudah datang 
B'ri hatimu kepada-Nya
Nyanyikan pujian
Nyanyikan pujian
Nyanyikan nyanyian pujian
Kesukaan seperti apa yang diterima oleh dunia? Kesukaan akan datangnya Yesus Kristus. Apa artinya bagi dunia? Dengan kedatangan Yesus Kristus, ada harapan bagi dunia untuk memperoleh hidup kekal. Di dunia ini pun, ketika kita masih menjalaninya selagi masih hidup, ada makna hidup yang sejati. Manusia tahu ada Bapa di surga yang menginginkan kehidupan yang berkelimpahan, bukan dengan materi, tetapi sukacita di dalam hati karena kehadiran Yesus Kristus. Dialah alasan manusia hidup.
Saya telah mengalaminya. Saya ingat beberapa kejadian Tuhan Yesus menolong saya ketika hidup saya seperti sudah akan hilang. Ketika saya tahu tidak ada bantuan dari dunia ini, saya meneriakkan nama itu, Yesus Kristus, tolong! Saya ada sekarang hanya karena Dia. 
Saya tidak dapat membayangkan hidup tanpa Yesus Kristus. Sungguh, Dialah hadiah terbesar yang diterima yang diberikan kepada dunia. 
Maka, berilah hati kepada-Nya, maka kamu akan menyanyikan nyanyian pujian sejati.

Thursday, December 8, 2022

Hidup Lebih Berharga Dari...

Pagi ini, setelah renungan pagi bersama, kami dikabari berita yang kurang menggembirakan mengenai kondisi kesehatan seorang rekan kerja yang sudah lama sakit. Setelah menjalani pemeriksaan menyeluruh, hasil laporannya ternyata tidak baik, stadium 4, lanjutan dari penyakit yang dulu pernah dinyatakan sudah "bersih". Kali ini, dengan kondisi tubuh yang tidak lagi sekuat vonis pertama, dia tidak mau menjalani kemoterapi. Dan, yang paling mengganggu dari semua berita itu adalah dia mengatakan kali ini rasa takut dan khawatirnya lebih besar dibandingkan yang pertama. 

Saya turut sedih, ingin menghibur, tetapi tidak tahu bagaimana caranya. Semua kata, rencana yang ingin kami kerjakan sepertinya tidak ada yang akan dapat menghibur dia. Dan yang lebih mengkhawatirkan, ketika kami berkunjung, mungkin dia akan iri dengan kondisi kami yang masih sehat. Ini bukan mengada-ada. Dulu ada seorang ibu, orangtua teman saya yang sudah lama menderita penyakit lupus dan membuatnya harus mengkonsumsi obat banyak sekali, mengatakan kepada saya, "Senang ya kamu masih sehat!" Mendengar ini, saya bukannya merasa bahagia, tetapi hati saya tersadar, "Inang ini iri dengan saya!" Jadi, begitulah, rencana hanya rencana untuk mengunjungi rekan kerja saya ini.

Tuesday, November 8, 2022

Just Because


Just because I smile, doesn't mean that there's no storm whirling inside there. 

Death after death comes and I can only hate death. It takes away life.

Just because life seems normal, with no ups and downs, doesn't mean it has no meaning.

I get used to seeing things as they are. No praise to boast, and no mocking hurts me.

Just because nothing to write in the journal, doesn't mean nothing's happened.

It's just because many times, words lost their meanings.

Wednesday, August 24, 2022

Ghibah

Ghibah itu ternyata berasal dari kata dalam bahasa Arab Øºِيبَ giba, yang artinya dalam bahasa Indonesia sama dengan kata gunjing. Nah, definisi ghibah atau gunjing itu sendiri, saya pakai dari Wikipedia, adalah pembicaraan yang jahat tentang seseorang yang tidak hadir. Hal yang menarik dari tambahan definisi dari laman tersebut adalah bahwa pembicaraan jahat itu benar adanya, tetapi TIDAK PENTING, karena tujuannya agar kata-kata tersebut menyakiti orang yang dibicarakan. 

Kata ghibah ini bukan kata yang baru dalam deretan dosa yang dilakukan manusia, dan mungkin paling diiminati dan dikerjakan karena hubungan satu sama lain tidak terganggu meskipun sudah saling menyakiti lewat ghibah. Ini mirip dengan kata SELINGKUH, selingan indah keluarga utuh. Iya, ghibah itu gak dianggap dosa karena hanya yah, selingan aja, toh yang dibicarakan adalah yang benar, meskipun tidak penting. Belakangan ini, saya sering melakukannya. Dan masa hibernasi ini membuat saya berpikir, mengapa saya suka berghibah?

Friday, June 3, 2022

Duta

Ada satu hal menarik yang menggelitik pikiran saya ketika mendengar  Nadia Tjoa menceritakan satu peristiwa 'tidak mengenakkan' dengan Ivan Gunawan, mentornya yang disebutnya tegas. Nadia tidak menyangka bahwa salah satu swafoto yang diunggah di medsosnya membuat Ivan mengirimkan pesan WA begitu panjang. "Kamu pikir kamu ini siapa?" ketik Ivan menanggapi swafoto Nadia tanpa make-up. Langsung saja, Nadia menurunkan swafoto tersebut dan tidak lagi berani melakukan hal yang sama. Dalam acara itu, Ivan mengungkapkan bahwa ia ingin mengajarkan Nadia bahwa dia bukan lagi dirinya yang dulu, sebelum menjadi Miss Face of Humanity. Segala sesuatu sudah berbeda. Nadia harus membiasakan diri dengan dirinya yang baru, tidak bisa semaunya mengunggah swafoto yang merusak citra sebagai Miss tersebut. Sekarang Nadia adalah duta predikat itu. 

Seorang Kristen juga duta Kristus. Ketika menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita menjadi ciptaan baru. Seperti Nadia, kita harus membiasakan hidup sebagai seorang duta predikat itu, tidak bisa sama dengan yang lain. Ada peringatan keras yang diberikan untuk orang Kristen di suatu daerah dalam 1 Petrus 4 dan 2 Petrus 3, dan juga sangat relevan dengan kondisi orang-orang Kristen saat ini. Di dua kitab tersebut diingatkan bahwa orang Kristen tidak boleh hidup seperti cara orang-orang yang tidak mengenal Allah hidup (1 Petrus 4:2), dan betapa saleh kita harus hidup (2 Petrus 3:11).

Wednesday, May 11, 2022

Kerja Kerja Kerja


Beberapa hari ini saya merenungkan tentang bekerja. Gak, saya tidak anti bekerja. Saya senang bekerja, apalagi pekerjaan fisik. Bekerja membuat saya berkeringat dan sehat. Saya pernah bekerja di sebuah perusahaan di bidang housekeeping and I really loved it. Namun, karena jam kerja yang terlalu panjang sehingga tubuh saya kelelahan, saya tidak punya waktu untuk membaca. Bagian ini yang saya tidak suka dari bekerja secara fisik. Akhirnya, saya berhenti dari pekerjaan itu dan mendapatkan pekerjaan yang lain. Intinya, saya tidak punya masalah dengan bekerja.

Belakangan, saya melihat pekerjaan saya sekarang ini sungguh memberatkan. Saya tidak punya sasaran yang mau dicapai, sesuatu yang ingin dikejar dari pekerjaan saya. Setiap hari, ketika saya harus bangkit dari tempat tidur dan bersiap ke kantor, saya tidak senang. Bukan karena ingin bermalas-malasan lebih lama, tetapi lebih karena membayangkan pekerjaan di kantor yang kurang menantang. Seorang teman mengatakan mungkin karena saya sudah terlalu lama di kantor ini. Saya tidak suka keadaan seperti ini. 

Thursday, March 31, 2022

Bad Things Do Happen


Bad things do happen even though you pray those things not to happen. And it makes a confusion, whether it's own fault or others' or anything else. 

I didn't expect it to happen and I feel mad at myself, at my things for not 'good enough', at the situation I was in. The only thing that crosses my mind now is a failure, it wasn't supposed to happen. I am in a tight budget but that bad thing made me spend money for unnecessary need. And I hate him. He thought only on my mistake, he didn't blow the horn, which he was supposed to do. And I am upset with my friend. She should had warned me. There were no warning for me.  

And I hate the situation. I hate my thing for it's not new. I hate the people in their own vehicle that strive to be wherever place they want to be, in a short time. Who doesn't?

And I hate myself. I did warn myself not to take that line. But I didn't listen. I acted out like a pro. And I hate that failure, it costed me a lot. I felt like being left by my Father :( This is not right, I know, but I can't help myself from having this feeling. And, I am ashamed to meet my friends, I feel like the news already spread out widely. I feel like I am living in my nightmare. How could this happen?

Will I regain something from the lost?


Menganggap Sepi

Semalam, saya marah sekali pada keponakan-keponakan saya, terutama keponakan pertama. Pasalnya, saya melihat dia sedang bermain gim daring ,...