A.W. Tozer, nama ini pertama kali saya baca di artikel renungan harian yang sedang saya terjemahkan. Di renungan itu, saya mendapatkan kesan beliau adalah salah satu ahli teologia terkemuka di jamannya. Saya merasa harus tahu karena sebagai seorang pustakawan, saya perlu kenal (setidaknya) sepintas tentang penulis-penulis terkenal. Tanpa direncanakan, seorang teman yang memiliki toko buku meminta saya memberikan resensi sebuah buku yang menjadi salah satu calon buku untuk diterjemahkan. Dia bilang buku ini sedang naik daun di negara asalnya, Amerika Serikat, dan sekarang diminati oleh para pembaca buku-buku "berat".
Tuesday, September 30, 2014
Monday, August 25, 2014
Shadow of His Hand
Saya suka sekali dengan kisah Anita Dittman, seorang Arya (German) - Yahudi, yang mengalami kesukaran hidup pada masa pemerintahan Hitler di Jerman. Ayahnya memilih meninggalkan isteri dan anak-anaknya karena merasa telah membuat keputusan bodoh, menikahi seorang Yahudi. Anita diperlakukan bukan seperti anak kandung sendiri, memilih untuk ikut dengan ibunya, sementara kakaknya, Hella, memilih ikut ayahnya.
Sunday, August 24, 2014
Tidak Ada Judul
Saya bingung mau kasih judul apa
untuk posting-an kali ini. Kali ini tentang perasaan saya. Tentang sesuatu yang
lebih daripada harta, lebih daripada permata. Lebih dari semua yang dianggap
berharga di dalam dunia. Ini tentang Yesus Kristus.
Saya tidak sedang mengatakan
bahwa saya ini pemberani. Saya tidak sedang membentuk opini bahwa saya ini
orang saleh. Tidak, ini tentang Yesus Kristus yang hidup di dalam hati dan
pikiran saya. Bukan suatu fanatisme yang tidak berujung, tetapi pengharapan
yang aneh. Seaneh kotbah pendeta saya
pagi ini.
Friday, August 22, 2014
Masak Enak
Beberapa waktu belakangan ini, saya terpacu untuk membuat masakan untuk makan sehari-hari, dengan terms and conditions sebagai berikut: tidak terlambat bangun (harus bangun jam 4 subuh, bukan hari Jumat, dan mood dalam keadaan baik, alias tidak malas). Saya cukup suka dengan hasil masakan saya selama ini, bisa dibilang cukup berhasil. Analisa saya karena jenis masakannya sederhana, bahannya sedikit dan cara masaknya sederhana.
Karena saya juga yang makan masakan itu, jenis masakan meningkat menjadi gampang-gampang susah. Saya mulai lepas dari buku resep dan mengandalkan lidah serta insting memasak. Beberapa kali saya sukses membuat jenis masakan ini, semua termakan, tidak ada yang terbuang. Hingga hari ini, saya gagal membuat masakan yang menurut saya seharusnya mudah, capcay.
Thursday, August 21, 2014
Katie
Saya berkenalan dengan Katie, gadis Amerika yang bekerja di Indonesia, kurang lebih 3 tahun yang lalu. Kesamaan kami hanyalah pada status belum menikah, bekerja di institusi pendidikan, dan bergereja di tempat yang sama. Selain itu, kami benar-benar berbeda. Dia berperawakan tinggi, berambut pirang, berkulit putih, berbicara fasih dalam bahasa Inggris (tentunya!), sebaliknya minim berbicara dalam bahasa Indonesia biarpun sudah ikutan kursus bahasa. Sebaliknya, perawakan saya, yah gitu deh, standar gadis Indonesia (jaman dulu hehe) yang tingginya cukup, berambut hitam (sekarang dihiasi dengan rambut putih), fasih sekali berbicara dalam bahasa Indonesia (tentunya!) dan cukup lancar berbahasa Inggris (kalau mood-nya sedang baik), berkulit sawo matang.
Sebetulnya biarpun saya lulus dari kursus bahasa Inggris sampai level tertinggi dan dapat nilai selalu bagus untuk mata pelajaran ini sewaktu bersekolah, saya punya semacam fobia dengan orang asing. Ya, bagi saya, orang bule itu orang asing. Saya tidak ada trauma apa pun di masa lalu tetapi tiap kali harus berbicara dengan orang asing, tata bahasa yang sudah saya pelajari dulu tidak mau keluar dari mulut. Setengah gemetar, saya akan mengeluarkan bunyi yang seringkali ditanyakan ulang oleh pendengar asing ini. Saya merasa cara pikir dan cara hidup mereka sangat berbeda dengan saya.
Thursday, August 7, 2014
Selanjutnya Apa?
Melanjuti pembahasan tentang hirarki, saya sampai pada kesimpulan bahwa saya benar dan bos saya salah. Apalagi saat bos saya menelepon dan menjelaskan alasan dirinya menegur keras saya kemarin, saya jadi semakin merasa benar. Kalau Tuhan di pihak saya, siapa yang akan jadi lawan saya? Saya menceritakan hal ini ke rekan kerja saya, menekankan lagi bahwa saya berada di pihak yang benar.
Anehnya, hati saya terasa berat. Dari dua Firman Tuhan yang dibaca kemarin, saya berkesimpulan Tuhan tidak menentang saya, bahkan membenarkan. Lalu apa yang salah? Rasa berat itu seperti tidak mau pergi. Saya jadi kebingungan sendiri.
Hirarki
Hati-hati dengan hirarki...
Begitu bos saya mengakhiri percakapan kami. Mata saya terpaku pada kata hirarki. Pikiran saya menggambarkan kata ini sebagai tangga, ada anak tangga yang di bawah, ada juga anak tangga yang di atas. Saya mengerti bos saya mengaitkan kata ini dengan jabatan di kantor. Tetapi kata ini seperti menggelitik di hati dan pikiran saya. Ada yang salah, nih!
Saturday, July 19, 2014
Insomnia
Siapa yang pernah mengalami insomnia? Bagi saya, tidur yang terganggu sehari saja harus dibayar dengan waktu tidur teratur selama seminggu dan perasaan yang kacau. Saya mengalami ini kalau sedang dilanda kesedihan mendalam karena suatu peristiwa tertentu, seperti patah hati atau kehilangan orang yang dikasihi. Seperti saat itu, saya merasa patah hati dengan seseorang.
Sunday, June 8, 2014
Karena Kristus
Sejak pengumuman kenaikan biaya
kos yang abnormal, kondisi kamar yang
sering bocor, dan ketiadaan fasilitas dapur, seorang teman dan saya gigih
mencari tempat kos baru. Bagi saya, tempat kos hanyalah tempat tidur setelah
pulang kantor agar tidak membuang waktu berjam-jam pulang-pergi sementara waktu
itu bisa saya pakai untuk mengembangkan hobi saya. Sedangkan bagi teman saya,
tempat kos adalah rumah, tiap akhir pekan, selagi hampir setengah penghuni kos
pulang ke rumah masing-masing, ia tetap di sana. Ini yang membuat pencarian
tempat kos baru menjadi agak rumit.
Monday, June 2, 2014
God is not dead
Iya, ini adalah judul lagu dari boyband rohani Newsboys...
Iya, ini adalah juga judul film yang rilis Maret 2014. Saya sudah lihat trailer film tersebut dan terkesan dengan pesan kuat, relevan mengenai tantangan iman Kristen di jaman yang sudah sangat mempertanyakan keberadaan Tuhan. Masyarakat Indonesia tidak mempertanyakan secara lisan tentang keberadaan Tuhan, jika ditanya, 90% persen akan memberi jawaban Dia ada. Sungguhkah demikian? Mengakui atau tidak mengakui keberadaan Tuhan terlihat jelas dari cara menjalankan hidup. Hidup secara kedagingan atau hidup yang dipimpin oleh Roh Tuhan. Iman tanpa perbuatan adalah MATI.
Saturday, May 31, 2014
Bible Study : Kitab Galatia
Puji Tuhan kalau saya ketemu dengan Pendeta Chris Chapman yang punya karunia pengajaran. Bukan memuji, bukan meninggikan nama beliau, karena Tuhanlah yang memberikan kemampuan ini kepada beliau tetapi saya sungguh merasa beruntung dipertemukan dengan beliau pada saat yang tidak diduga. Tuhan tahu segala pertanyaan di dalam hati saya yang sudah lama saya cari-cari jawabannya tetapi tidak ketemu yang pas. Kalau kalian juga punya pertanyaan-pertanyaan soal iman dan keyakinan Kristiani berdasarkan Alkitab yang dipimpin oleh Roh Kudus, bukan sekedar untuk pengetahuan, coba deh kunjungi laman ini: Praise Chapel Jakarta. Jika ada pertanyaan seputar kotbah, boleh juga ditanyakan di bagian komentar. Saya akan bantu menjelaskan dan kalau belum jelas juga, boleh juga ikutan hadir ke Bible Study di Ruko Kebun Jeruk yang ada tulisan Anak Panah.
Hal-hal yang saya mengerti dan memberkati seputar penjelasan rasul Paulus tentang hidup dipimpin Roh Kudus dan daging di dalam Kitab Galatia adalah sebagai berikut:
Subscribe to:
Posts (Atom)
Menganggap Sepi
Semalam, saya marah sekali pada keponakan-keponakan saya, terutama keponakan pertama. Pasalnya, saya melihat dia sedang bermain gim daring ,...
-
Pernikahan itu seperti perjalanan melalui laut menggunakan perahu, bisa terbuat dari apa saja. Tentunya, bahan pembuat perahu haruslah yang ...
-
Beberapa hari ini saya merenungkan tentang bekerja. Gak, saya tidak anti bekerja. Saya senang bekerja, apalagi pekerjaan fisik. Bekerja memb...