Terhuyung-huyung aku menapaki jalanan
Kupikir-pikir tidak ada yang salah semalam
Semua berjalan seperti biasa
Normal...mal...mal
Pagi ini yang abnormal mal mal
Merasa sendiri di tengah keramaian
Serasa jiwa belum menyatu dengan raga
Tertinggal di tempat semalam
Aku bertahan tidak menyerah
Kupingku berdenging, kepalaku nyut-nyutan sebelah kiri
Perkataanku semrawutan
Membuat orang lain memicingkan mata, mengerutkan dahi
Nanar mataku menatap tabung bersinar di depanku
Kumainkan jemariku di atas huruf-huruf timbul
Aku pun memicingkan mata, mengerutkan dahi
Bertahan tidak memelukmu
Aku menyerah, aku menyerah
Baumu, harummu membangunkan kesadaranku
Berlari aku secepat yang aku mampu
Mengisi cangkirku dengan kopi cappucino
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Menganggap Sepi
Semalam, saya marah sekali pada keponakan-keponakan saya, terutama keponakan pertama. Pasalnya, saya melihat dia sedang bermain gim daring ,...
-
Pernikahan itu seperti perjalanan melalui laut menggunakan perahu, bisa terbuat dari apa saja. Tentunya, bahan pembuat perahu haruslah yang ...
-
Ternyata, semakin memiliki pengetahuan dan pengalaman tidak membuat kehidupan menjadi semakin mudah. Ya, ini ada hubungannya dengan overthi...
No comments:
Post a Comment