Thursday, August 6, 2026

Kehadiranmu

Hari ini kami membahas tema mengenai penolong. Dan, masing-masing kami menceritakan pengalaman ditolong. Saya berusaha mencari-cari pengalaman profesional yang membekas di hati. Ada banyak tetapi satu yang ingin saya ceritakan karena unik. Di suatu masa, saat muda, saya melakukan hal yang spontan, tidak dipikir masak-masak, tetapi di akhir mengakibatkan penyesalan. Saya dibawa ke ruang dekan untuk mempertanggungjawabkan perbuatan saya dan mendapatkan hukuman. 

Dalam kesendirian, saya mengingat kembali perbuatan saya dan hal yang seharusnya saya lakukan, yang sebenarnya lebih baik untuk dilakukan. Saya merasa kecewa, sedih, marah di saat bersamaan pada diri sendiri. Ternyata keadaan seperti itu dalam kurun waktu lama dapat menyebabkan beban nyata di tubuh. Saya katakan kepada diri sendiri bahwa nasi sudah jadi bubur, dan terima nasib saja. Tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Seseorang masuk melaluinya. Seseorang yang saya kenal. Kami bertatapan, bingung. Lalu, kami berdua tertawa terbahak-bahak. 

Beban yang tadinya nyata di tubuh saya tiba-tiba hilang. Dia mendekati saya dan kami akhirnya bercakap-cakap. Saya akhirnya tahu bahwa dia mendapatkan masalah yang sama sehingga mendapatkan hukuman yang sama. Meskipun hukumannya tidak dihapuskan, saat itu saya merasa lebih tenang dalam menghadapinya karena saya punya teman yang senasib sepenanggungan. Saya tidak sendiri. Kehadiran teman saya itu, mungkin tanpa dia sadari, membawa dampak besar bagi saya. 

Kehadiran Roh Kudus berdampak jauh lebih besar daripada kehadiran teman saya tadi. Tidak hanya hadir, Ia juga mengubahkan saya dengan memberikan hati yang baru, "Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat" (Yehezkiel 36:26, TB). Hati ini selalu ingin taat kepada kehendak Bapa sehingga ketika Roh Kudus menginsyafkan akan dosa, saya katakan, ya, saya bersalah. Tentunya tidak berhenti di situ. Pengakuan harus dibarengi tindakan. Saya harus melakukan sesuatu untuk menyatakan ketaatan itu. 

Seringkali, bagian ini yang paling susah bagi kita semua. Kehadiran Roh Kudus menggantikan hati yang keras tadi menjadi lembut sehingga mau melakukan meskipun sulit, dan lama. Saya sedang mendengarkan lagu Who Am I? dari grup band Casting Crowns ada lirik seperti ini, "not because of who I am, but because of what You are, not because of what I've done but because of who You are". Lirik ini terasa relevan karena memang saya melakukan kebaikan itu karena Dia baik dan menyatakan dalam tindakan kebaikan, mati di salib untuk menebus saya. Jadi ketika saya tahu bersalah dan berdosa, saya perlu melakukan sesuatu, tapi tidak saya sendiri tetapi dengan kehadiran Roh Kudus yang memberikan kebaikan itu. 

Soli Deo Gloria!

No comments:

Post a Comment

Kehadiranmu

Hari ini kami membahas tema mengenai penolong. Dan, masing-masing kami menceritakan pengalaman ditolong. Saya berusaha mencari-cari pengalam...