Pagi ini gue lihat di instagram seseorang yang menambahkan gue sebagai teman. Gue gak kenal orang itu, tapi dari postingannya, dia seorang petualang, mahasiswa, punya penyakit jantung dan tinggal di Amerika. Sepertinya, dia orang baik. Gue gak tau banyak tentang orang ini. Banyak yang suka dengan postingannya di instagram karena memang hasil fotonya bagus. Tidak banyak yang gue tau tentang dia, kecuali satu postingan pagi ini yang gue kebetulan baca. Dia mem-posting tentang kehidupan tentang sosok yang gue kenal.
Gue merasa marah. Gue marah setelah membaca tulisan ini.
Last night I participated in my first Easter Beer Hunt...This tradition is just one of many amazing/weird things that I have been introduced to. Basically, someone dresses up as a bunny by taping socks onto their head and wearing a lot of pink. They then go around the back yard hiding beers and eggs all over the place. Then everyone goes out to find them. When you find your first beer you can't move until you drink it. Only then can you search for more beers.
Once all the beers have been found everyone gathers inside where the bunny stands on a stool with their arms in the crucifix pose to sing "Always look on the bright side of Life" from the "The life of Brian"...
Sunday, April 16, 2017
Wednesday, March 1, 2017
Buku Manual
Saya pengen sekali punya keyboard bluetooth untuk dipakai mengetik perkuliahan. Sebenarnya, saya sudah pernah punya tapi rusak. Mau beli lewat online lagi, kapok. Mau beli offline di mall, gak ada kesempatan. Lalu, saya curhat dengan seorang teman. Dia bilang memang membeli lewat online jauh lebih murah tetapi tidak bisa dicek terlebih dahulu. Pas teman saya ini pergi ke mall, dia memberitahu saya lewat WA ada toko baru buka dan jual keyboard bluetooth yang murah dan bagus. Langsung saja saya memesan minta dibelikan.
Keesokannya, hari ini, saya lihat barangnya. Bagus, mulus, tetapi pakai baterai untuk pengisian daya. Lalu kami mencoba menggunakannya. Saya menyayangkan teman saya yang ternyata juga tidak mengecek keadaan keyboard itu di toko beli. Awalnya, sungguh sulit menghubungkan sinyal bluetooth keyboard itu ke bluetooth tab saya. Padahal, mudah sekali sinyal bluetooth keyboard itu terhubung ke tab teman saya. Teman saya juga bolak balik coba tidak bisa. Dia meminta kotak keyboard baru itu untuk mendapatkan buku manual. Dan, terjawablah semua kegagalan yang sedari tadi kami usahakan untuk berhasil. Kami saling berjabat tangan memberi selamat, meskipun sebenarnya si buku manual itu yang membantu sangat banyak:)
Saya jadi tersenyum sendiri mengingat peristiwa itu. Memang tidak bisa disamakan 100 persen, tetapi Alkitab itu juga buku manual hidup orang Kristen. Saya merasa terkadang tidak bisa mengambil keputusan tegas ataupun memilih yang benar karena saya tidak tahu apa yang Tuhan mau. Padahal, Tuhan sudah dengan sengaja membukukan Firman-Nya di dalam Alkitab agar kita bisa mengenal Dia dan kehendak-Nya. Kalau kita baca sejarah pembukuan Alkitab, kita akan sadar bahwa hanya Tuhan yang dapat menjaga Firman-Nya dalam buku itu selama beratus-ratus tahun dan ditulis oleh berbagai orang.
Tuhan juga secara berkesinambungan mengatakan kepada umat-Nya agar selalu merenungkan Taurat-Nya siang dan malam. Itu artinya Alkitab itu harus dibaca setiap hari. Bukan rutinitas, tetapi karena memang perlu, butuh. Seperti keyboard bluetooth yang tidak mau berfungsi tadi, yah umat Tuhan juga tidak bisa berfungsi sebagaimana seharusnya jika tidak mengikuti apa yang ada di dalam buku manual Alkitab.
Keesokannya, hari ini, saya lihat barangnya. Bagus, mulus, tetapi pakai baterai untuk pengisian daya. Lalu kami mencoba menggunakannya. Saya menyayangkan teman saya yang ternyata juga tidak mengecek keadaan keyboard itu di toko beli. Awalnya, sungguh sulit menghubungkan sinyal bluetooth keyboard itu ke bluetooth tab saya. Padahal, mudah sekali sinyal bluetooth keyboard itu terhubung ke tab teman saya. Teman saya juga bolak balik coba tidak bisa. Dia meminta kotak keyboard baru itu untuk mendapatkan buku manual. Dan, terjawablah semua kegagalan yang sedari tadi kami usahakan untuk berhasil. Kami saling berjabat tangan memberi selamat, meskipun sebenarnya si buku manual itu yang membantu sangat banyak:)
Saya jadi tersenyum sendiri mengingat peristiwa itu. Memang tidak bisa disamakan 100 persen, tetapi Alkitab itu juga buku manual hidup orang Kristen. Saya merasa terkadang tidak bisa mengambil keputusan tegas ataupun memilih yang benar karena saya tidak tahu apa yang Tuhan mau. Padahal, Tuhan sudah dengan sengaja membukukan Firman-Nya di dalam Alkitab agar kita bisa mengenal Dia dan kehendak-Nya. Kalau kita baca sejarah pembukuan Alkitab, kita akan sadar bahwa hanya Tuhan yang dapat menjaga Firman-Nya dalam buku itu selama beratus-ratus tahun dan ditulis oleh berbagai orang.
Tuhan juga secara berkesinambungan mengatakan kepada umat-Nya agar selalu merenungkan Taurat-Nya siang dan malam. Itu artinya Alkitab itu harus dibaca setiap hari. Bukan rutinitas, tetapi karena memang perlu, butuh. Seperti keyboard bluetooth yang tidak mau berfungsi tadi, yah umat Tuhan juga tidak bisa berfungsi sebagaimana seharusnya jika tidak mengikuti apa yang ada di dalam buku manual Alkitab.
FirmanMu pelita bagi kakiku, terang bagi jalanku.
Thy Word is a lamp unto my feet and a light unto my path.
Monday, February 27, 2017
Alone
It's a story of my heart.
I look around and see people around me.
What are they chasing?
Where are they going?
Am I chasing what they chase?
Am I going to where they go?
In the crowd, I know that I am alone.
Maybe they know too that they are alone.
If not, they are deceiving themselves.
I can't chase what they chase.
I can't go where they go.
Everyone of us choose for ourselves.
Can't blame the situations around us.
It's definitely our choice.
We are all alone even though we're together.
Don't tell me that you never feel it!
I look around and see people around me.
What are they chasing?
Where are they going?
Am I chasing what they chase?
Am I going to where they go?
In the crowd, I know that I am alone.
Maybe they know too that they are alone.
If not, they are deceiving themselves.
I can't chase what they chase.
I can't go where they go.
Everyone of us choose for ourselves.
Can't blame the situations around us.
It's definitely our choice.
We are all alone even though we're together.
Don't tell me that you never feel it!
Wednesday, December 14, 2016
Heartless
Heartless.
That word clings in my head
Try to find it in a dictionary
First meaning: unfeeling, unkind, unsympathetic, harsh, cruel.
Second meaning: lacking courage or enthusiasm; spiritless; disheartened.
I become heartless.
Some people seem heartless to me.
I cry to God to be heartful in the middle of heartless environment.
Try to find that word in a dictionary.
First meaning: honest, sincere, and to really mean it.
Other meaning: devout, earnest.
Such a good word.
Such a good man and woman to have that attribute.
I want that.
Can I, Father God?
That word clings in my head
Try to find it in a dictionary
First meaning: unfeeling, unkind, unsympathetic, harsh, cruel.
Second meaning: lacking courage or enthusiasm; spiritless; disheartened.
I become heartless.
Some people seem heartless to me.
I cry to God to be heartful in the middle of heartless environment.
Try to find that word in a dictionary.
First meaning: honest, sincere, and to really mean it.
Other meaning: devout, earnest.
Such a good word.
Such a good man and woman to have that attribute.
I want that.
Can I, Father God?
Guru
Setelah membaca buku "Kenapa Saya Memilih Kristus?" karangan Bapak Saifuddin Ibrahim, pada bab 13 yang diberi judul bab "Berguru", saya tergerak menuliskan postingan tentang guru. Saya ingin mengutip perkataan dari Kiyai Ali Darokah yang menasihati penulis tersebut yang berkata, "Kalau kamu menuntut ilmu harus mencintai guru, mencintai keluarganya, jangan menyakiti hatinya, jangan membuat dia marah, karena guru itu hampir-hampir saja seperti nabi."
Hati saya tersentuh membaca pendapat ini. Mungkin ada yang segera menyanggah dengan berkata, "Guru kan manusia, pasti ada salah. Lagipula, banyak guru yang brengsek zaman sekarang." Terlepas dari guru yang "brengsek" tadi, postingan ini saya buat sebagai bahan refleksi terhadap penilaian banyak orang terhadap guru.
Hati saya tersentuh membaca pendapat ini. Mungkin ada yang segera menyanggah dengan berkata, "Guru kan manusia, pasti ada salah. Lagipula, banyak guru yang brengsek zaman sekarang." Terlepas dari guru yang "brengsek" tadi, postingan ini saya buat sebagai bahan refleksi terhadap penilaian banyak orang terhadap guru.
Tuesday, November 29, 2016
Mengapa Hal Buruk Menimpa Hidup Orang Baik?
Saya berharap pemimpin saya terbebas dari jeratan fitnah dan dapat melanjutkan tugasnya seperti sediakala. Ternyata, pengadilan memutuskan pemimpin saya itu sebagai tersangka. Beliau tidak mau ada praperadilan untuk menggugat keputusan pengadilan ini, yang menurut saya perlu digugat. Hati saya sedih.
Kemarin malam, saya mengantarkan teman mengecek darah hingga keluar hasilnya. Kami sudah memilih rumah sakit umum agar tidak perlu membayar mahal. Pelayanan di rumah sakit umum tentu berbeda dengan di rumah sakit swasta, tempat tidur alakadarnya, dokter bukan ahli, menunggu hingga hampir 3 jam. Tidak mengapa asalkan tidak mahal.
Ketika menerima tagihan, kami terkejut karena mahal sekali, juga tidak sesuai harapan kami semula yang hanya ingin memastikan teman saya itu tidak terkena tipus. Itu baru kami ketahui setelah konsultasi dengan tenaga medis tempat kami bekerja. Seharusnya orang sakit ditolong, sebaliknya sudah sakit, bayar mahal, tidak sesuai harapan pula. Mau protes? Gak pasti juga hasilnya akan memuaskan. Kami kecewa.
Tuesday, November 22, 2016
Mecin
Kalau sedang malas, biasanya saya ikut saja pilihan menu dari teman kos. Seperti malam ini, mereka pilih makan sosis panggang plus tahu krispi. Kebetulan, saya memang belum pernah mencoba sosis panggang. Meski cuma begitu doang, tapi kenyang Kak, begitulah alasan mereka untuk meyakinkan saya. Alasan lainnya, mereka ingin diet jadi gak perlu makan nasi. Baiklah, semoga diet kalian berhasil hehe.
Setelah membeli sosis, kami menuju gerobak tahu krispi. Abangnya tanya mau asin, pedas, manis, keju. Dalam hati saya hanya ingin tahunya saja tanpa ditambahkan bumbu lain. Karena teman-teman pakai tambahan, saya ikutan juga, pilih asin. Setelah selesai, pulanglah kami ke kos.
Rasa sosisnya lumayan, meskipun rasanya saya tidak akan membeli lagi hehe. Tahu krispinya? Sebenernya enak tapi campuran yang membuat rasa asin itu sungguh mengganggu rasa di lidah. Saya tawarkan ke temen lain, dia lalu berkomentar terlalu asin. Teman lain bilang itu mecinnya kebanyakan.
Saturday, November 5, 2016
Keledai Liar
Coba renungkan kisah anak sulung dari satu keluarga kurang harmonis. Bayangkan kalau kamu yang ada di posisinya.
Aku ini seorang anak laki-laki, lahir dari seorang bapak yang sangat kaya. Setelah dewasa, aku baru tahu bahwa bapakku menikahi ibuku sebagai isteri kedua karena isteri pertamanya mandul, saat itu. Kini, isteri pertama bapakku sudah memiliki seorang anak.
Sebagai anak pertama, seharusnya aku yang mendapatkan kasih sayang lebih banyak daripada adikku. Setelah adikku lahir, isteri pertamanya melarangku untuk bermain dengannya. Aku lebih sering menjauh dari kemewahan di rumah bapakku. Meskipun status ibuku isteri yang sah, tetap saja Ibu tidak setara haknya dengan isteri pertamanya. Mungkin karena dulunya Ibu seorang budak.
Thursday, November 3, 2016
Berani
Berani karena benar, takut karena salah...
Terkenal banget ini kalimat, terutama waktu saya belajar PMP (mirip PKN atau Kewiraan, kalau untuk sekarang) di sekolah. Sampai sekarang, kalimat itu masih saya pegang meskipun seringkali saya tidak bisa melakukannya.
Kalau benar, sudah pasti berani?
Waktu dunia saya masih 'sempit', masih anak sekolahan, kalau saya benar, saya berani mengungkapkannya. Sejalan dengan pertambahan umur, pengalaman, relasi, saya menyaksikan kata berani ini berubah makna. Berani berarti kurang ajar jika menyangkut orang yang berada di atas saya. Berani berarti fanatik jika urusannya dengan memegang prinsip. Berani berarti tidak diplomatis, tidak mencari 'win-win solution' alias gue ama lu sama-sama menang.
Terkenal banget ini kalimat, terutama waktu saya belajar PMP (mirip PKN atau Kewiraan, kalau untuk sekarang) di sekolah. Sampai sekarang, kalimat itu masih saya pegang meskipun seringkali saya tidak bisa melakukannya.
Kalau benar, sudah pasti berani?
Waktu dunia saya masih 'sempit', masih anak sekolahan, kalau saya benar, saya berani mengungkapkannya. Sejalan dengan pertambahan umur, pengalaman, relasi, saya menyaksikan kata berani ini berubah makna. Berani berarti kurang ajar jika menyangkut orang yang berada di atas saya. Berani berarti fanatik jika urusannya dengan memegang prinsip. Berani berarti tidak diplomatis, tidak mencari 'win-win solution' alias gue ama lu sama-sama menang.
Thursday, October 6, 2016
Hyper Grace
I wrote this thought when I was alone in my room, thinking about some people in internet saying that the christians can do sins without getting punishment because Jesus Christ already paid the punishment when He was crucified. And some 'christians' who think and teach this doctrine to the other 'christians' that no matter how bad they live their lives with no repentance of sins, God will love unconditionally. This is called Hyper Grace.
I don't understand the concept of hyper grace doctrine. As long as I am being a christian, even when I was unborn, never in my mind I imagine that God would allow me to live by my own. When I was unborn, I always had a thought that God must be holy and I must come before Him blameless, sinless, which I know at that time, it was impossible. That's why I always felt unworthy. I know God is kind and I'm sinful. I tried to make up my attitude, to pray and to go to church more so God would accept me. And I was afraid to die. I was afraid to see His face when I died.
I don't understand the concept of hyper grace doctrine. As long as I am being a christian, even when I was unborn, never in my mind I imagine that God would allow me to live by my own. When I was unborn, I always had a thought that God must be holy and I must come before Him blameless, sinless, which I know at that time, it was impossible. That's why I always felt unworthy. I know God is kind and I'm sinful. I tried to make up my attitude, to pray and to go to church more so God would accept me. And I was afraid to die. I was afraid to see His face when I died.
Monday, October 3, 2016
Berita Bohong
Ceritanya, adik saya memberikan telepon pintar ke Mama. Sudah lama Mama menginginkan benda itu tetapi selalu kami tolak memberikannya karena Mama butuh waktu lama banget hanya untuk mengirimkan pesan teks ataupun mengisi kontak baru di teleponnya terdahulu yang sederhana. Entah mengapa, adik saya akhirnya mau juga memberikan telepon pintar itu.
Suatu malam, saat saya dan Mama baru pulang tamasya, Mama langsung mengambil telepon pintarnya dan mulai menelusuri berita melalui youtube. Mama sangat mengikuti perkembangan berita Jessica - Mirna segera saja tertarik membuka tautan yang ada di youtube. Mama begitu perhatian dengan isi berita di sana, sampai-sampai waktu tidur pun, telepon pintar itu tidak berpindah dari tangannya.
Suatu malam, saat saya dan Mama baru pulang tamasya, Mama langsung mengambil telepon pintarnya dan mulai menelusuri berita melalui youtube. Mama sangat mengikuti perkembangan berita Jessica - Mirna segera saja tertarik membuka tautan yang ada di youtube. Mama begitu perhatian dengan isi berita di sana, sampai-sampai waktu tidur pun, telepon pintar itu tidak berpindah dari tangannya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Dijauhkan dari Kecurangan
Setiap pagi, di hari kerja, saya melajukan kendaraan di jalan menembus pagi yang mulai merekah. Biasanya, lalu lintas tidak ramai, seperti m...
-
Pernikahan itu seperti perjalanan melalui laut menggunakan perahu, bisa terbuat dari apa saja. Tentunya, bahan pembuat perahu haruslah yang ...
-
Yea, though I walk through the valley of the shadow of DEATH ... The news of death many times is shocking to everyone hearing it. At ...