Saturday, May 31, 2014

Bible Study : Kitab Galatia

Puji Tuhan kalau saya ketemu dengan Pendeta Chris Chapman yang punya karunia pengajaran. Bukan memuji, bukan meninggikan nama beliau, karena Tuhanlah yang memberikan kemampuan ini kepada beliau tetapi saya sungguh merasa beruntung dipertemukan dengan beliau pada saat yang tidak diduga. Tuhan tahu segala pertanyaan di dalam hati saya yang sudah lama saya cari-cari jawabannya tetapi tidak ketemu yang pas. Kalau kalian juga punya pertanyaan-pertanyaan soal iman dan keyakinan Kristiani berdasarkan Alkitab yang dipimpin oleh Roh Kudus, bukan sekedar untuk pengetahuan, coba deh kunjungi laman ini: Praise Chapel Jakarta. Jika ada pertanyaan seputar kotbah, boleh juga ditanyakan di bagian komentar. Saya akan bantu menjelaskan dan kalau belum jelas juga, boleh juga ikutan hadir ke Bible Study di Ruko Kebun Jeruk yang ada tulisan Anak Panah. 

Hal-hal yang saya mengerti dan memberkati seputar penjelasan rasul Paulus tentang hidup dipimpin Roh Kudus dan daging di dalam Kitab Galatia adalah sebagai berikut:

Monday, May 5, 2014

Kagum

Teman : De, cpk y?
Saya : Ha? 
Teman : Vape?
Saya : *berpikir sebentar, tidak menjawab, buka pintu, ketuk kamar Teman*

Hapal betul dia merk pengusir serangga saya :D Saya salah mengira teman ini ingin meminjam botol berisi cairan pembunuh serangga, Vape. Ternyata dia bertanya apa saya capek. Ia ingin ajak saya keluar untuk cari minuman dingin. Saya sambut ajakan dia dengan senang hati karena sedari tadi, saya merasa bosan dan kegerahan di kamar.

Tuesday, April 29, 2014

Puisi Absurd

Terhuyung-huyung aku menapaki jalanan
Kupikir-pikir tidak ada yang salah semalam
Semua berjalan seperti biasa
Normal...mal...mal

Pagi ini yang abnormal mal mal
Merasa sendiri di tengah keramaian
Serasa jiwa belum menyatu dengan raga
Tertinggal di tempat semalam

Monday, April 28, 2014

Tak Akan Kekurangan

Saya senang mengetikkan status di BBM
Tuhan adalah Gembalaku
Aku tak akan kekurangan apa pun juga

Beberapa saat saya mengetikkan ayat terkenal dari Mazmur 23 ini, saya ingin menghapusnya. Saya berpikir, “Berani benar berpendapat seperti? Tak akan kekurangan apa pun juga? Kok cliché sekali ya kedengarannya?”

Berat sekali ayat ini diyakini sebagai sebuah kenyataan atau kebenaran. Memang, saat ini, saya tidak merasa kekurangan apa pun. Tetapi dengan uang tabungan di bank, pekerjaan yang bergaji pas, kok saya ragu, ya, kalau di masa depan, saya masih bisa berkata tidak kekurangan apa pun?

Saturday, April 26, 2014

Dalam Nama Yesus

Dalam nama Yesus, dalam nama Yesus, ada kemenangan
Dalam nama Yesus, dalam nama Yesus, iblis dikalahkan...huu...huu

Lagu sederhana, tiap 'lulusan' sekolah minggu pasti kenal lagu ini. Seperti saya juga yang sudah hapal mati dengan liriknya. Nada dan lirik lagu ini terngiang lagi di benak setelah bernostalgia dengan seorang teman. 

Dimulai dari pengalaman saya tenggelam di laut. Kejadiannya waktu saya baru tamat, tidak lama sebelum ujian akhir kelulusan SMA waktu itu, kira-kira usia 19 tahun. Kami sekeluarga berlibur ke Pantai Carita, Cilegon, tempat tinggal salah satu Tulang saya. Pantai itu termasuk wilayah Pantai Selatan yang konon sarat dengan kisah-kisah mistis. Kami diperingatkan untuk tidak mengenakan warna-warna tertentu yang menjadi kegemaran Sang Ratu Selatan.

Thursday, April 24, 2014

Yesus Kristus di Segala Jaman

Saya berpikir tentang sikap Yesus Kristus jika Dia hidup di jaman ini. Beberapa terlintas di benak saya, tidak sempurna memang, tetapi saya suka membayangkan Dia dalam pikiran saya. 


Inilah beberapa ide tentang Dia di benak saya:

Tuesday, April 22, 2014

the Best Goodbyes

Seminggu yang lalu, Tulang (panggilan Paman dalam suku Batak) meninggal dunia. Penyakit diabetesnya sudah menyebar hingga menimbulkan komplikasi, mengganggu kerja organ-organ dalam lainnya. Di usia 61 tahun, 3 tahun lebih muda dari Mama saya, Tulang menghembuskan napas terakhir di ruang ICU. Meskipun sudah bertahun-tahun tidak bertemu dan tidak memiliki kesempatan untuk melihat jasadnya secara langsung, saya merasa sedih juga. Teringat wajah Tulang saat masih sering berkunjung ke rumah. 

Tulang saya bukan orang yang mudah untuk diajak berkomunikasi. Tujuh tahun yang lalu, saya berkesempatan datang ke rumah Tulang di Medan. Tulang tidak pernah mengutarakan isi hatinya tetapi saya tahu dia senang dengan kedatangan saya. Kalau sudah ada bir yang menemani, barulah Tulang bisa dengan leluasa ngobrol. Ya, Tulang saya memang punya ketergantungan dengan bir, dari dulu, belum berubah juga. Saya yang sudah berubah. Saya tidak suka berbicara dengan pemabuk. Jadi, saya masuk ke kamar dan tidur lebih awal. 

Thursday, March 20, 2014

Little things DO matter

Saat menuliskan postingan yang satu ini, saya sedang mengawasi sebuah program kebersamaan orang tua dan anak di sekolah saya. Saya curi-curi kesempatan untuk 'mengabadikan' momen yang belum tentu setiap tahun saya dapatkan. Pekerjaan mengawas ini sebetulnya di luar dari job description sebagai seorang pustakawan, tetapi karena terpaksa, saya menggantikan guru-guru yang berhalangan hadir.

Terus terang lagi, sebagai manusia normal yang ingin diperlakukan baik oleh manusia lain, saya merasa kesal dengan beberapa murid yang kurang tahu bersikap di tempat saya bekerja. Saat saya melihat orangtua dan murid-murid 'istimewa' ini, saya mendapatkan cara pandang yang baru. Di hadapan para orangtua, terlihat jelas, murid-murid ini hanyalah anak-anak yang senang menyandarkan tubuh mereka pada papa dan mama mereka. Mereka sungguh-sungguh hanyalah anak-anak. Saya senang sekali melihat pemandangan ini. 

Wednesday, March 19, 2014

Musik Bagi Jiwa

Musik adalah suatu bentuk komunikasi antarjiwa. Nada adalah emosi; lirik adalah perkataan dari jiwa yang tidak kelihatan. Saat mendengarkan musik, jiwa membuka dirinya diisi ide dari jiwa baru. Jika cocok, berarti dua jiwa itu saling menyetujui suatu ide. 


Saya pikir semua orang suka musik. Industri musik akan selalu menjadi target teratas untuk mengeruk kekayaan sebanyak-banyaknya, selama ras manusia masih ada.

Saya penyuka musik. Aliran apa saja, yang penting enak didengar. Playlist lagu di komputer saya mirip seperti gado-gado, biarpun masih bisa dibagi dalam 2 kelompok besar. Lagu gereja dan lagu popular. Kalau lagu gereja kebanyakan musiknya berjenis pop, sedangkan lagu popular benar-benar mirip gado-gado, ada RnB, rock, pop, reggae, bossanova, jazz, klasik. Pilihan saya juga lintas jaman. Saya tidak bisa ‘didikte’ kalau soal pemilihan musik. Suka lagu jadul maupun yang sedang nge-trend sekarang. Kalau sudah mendengarkan musik, saya sudah tidak bisa diganggu, seperti malam ini J

Monday, March 10, 2014

12 Years a Slave

Saya nonton film 'seram' ini bersama teman-teman dan setelahnya, saya selalu memikirkan film ini. Memang film ini layak mendapatkan Oscar dari segi penyajian, tetapi yang membuat kisah di film ini melekat di kepala saya adalah temanya yang 'sangat dekat' dengan kehidupan sehari-hari. Tidak, saya bukan orang yang lahir pada jaman perbudakan. Semakin saya memikirkannya, semakin saya merasakan kedekatannya.

Film itu mengisahkan tentang Solomon Northup, seorang pria yang dilahirkan dari orangtua budak yang mendapatkan kebebasan. Selama hidupnya, Solomon yang terbiasa hidup dalam kesetaraan dengan orang kulit putih, suatu hari dijebak dan dijual menjadi budak. Dia dipaksa untuk melupakan jati diri dan mengenakan identitas baru dengan nama Platt. Berulang kali dia memberontak, tetapi akhirnya harus tunduk dengan sistem, orang-orang yang menjadi majikannya. Ia harus menutup mulutnya rapat-rapat terhadap apapun yang terjadi, bekerja dengan patuh.

Tuesday, March 4, 2014

For the one and the only mom I have in this world

There was time when I hated her so much. I thought she was not modern, too conservative, too strict, etc. There was time I wanted to be apart from her.

Now, as I grow up and will be a mother myself one day, I re-think and witness myself the motivations behind her attitude toward us, her children. Now, I am gladly saying that "I’m blessed to have you, Mom…"

My mom, she is a very tough woman. Life is not always kind to her, many times, she faces darkness alone but she never expects less than what God expects from us. She teaches us discipline and perseverance. She also shows the meaning of commitment and faith even though these bring her into others’ disagreement. She gives LOVE and never keeps bitterness in life. She teaches us to serve others appropriately and how to make our guests happy. Above all, she brings us to God and she never gives up praying.

Those shape us as we are today.

Thank you Mom!!!

Dijauhkan dari Kecurangan

Setiap pagi, di hari kerja, saya melajukan kendaraan di jalan menembus pagi yang mulai merekah. Biasanya, lalu lintas tidak ramai, seperti m...