Monday, February 27, 2017

Alone

It's a story of my heart.
I look around and see people around me.
What are they chasing?
Where are they going?
Am I chasing what they chase?
Am I going to where they go?
In the crowd, I know that I am alone.
Maybe they know too that they are alone.
If not, they are deceiving themselves.
I can't chase what they chase.
I can't go where they go.
Everyone of us choose for ourselves.
Can't blame the situations around us.
It's definitely our choice.
We are all alone even though we're together.
Don't tell me that you never feel it!

Wednesday, December 14, 2016

Heartless

Heartless.
That word clings in my head
Try to find it in a dictionary
First meaning: unfeeling, unkind, unsympathetic, harsh, cruel.
Second meaning: lacking courage or enthusiasm; spiritless; disheartened.
I become heartless.
Some people seem heartless to me.
I cry to God to be heartful in the middle of heartless environment.
Try to find that word in a dictionary.
First meaning: honest, sincere, and to really mean it.
Other meaning: devout, earnest.
Such a good word.
Such a good man and woman to have that attribute.
I want that.
Can I, Father God?

Guru

Setelah membaca buku "Kenapa Saya Memilih Kristus?" karangan Bapak Saifuddin Ibrahim, pada bab 13 yang diberi judul bab "Berguru", saya tergerak menuliskan postingan tentang guru. Saya ingin mengutip perkataan dari Kiyai Ali Darokah yang menasihati penulis tersebut yang berkata, "Kalau kamu menuntut ilmu harus mencintai guru, mencintai keluarganya, jangan menyakiti hatinya, jangan membuat dia marah, karena guru itu hampir-hampir saja seperti nabi."

Hati saya tersentuh membaca pendapat ini. Mungkin ada yang segera menyanggah dengan berkata, "Guru kan manusia, pasti ada salah. Lagipula, banyak guru yang brengsek zaman sekarang." Terlepas dari guru yang "brengsek" tadi, postingan ini saya buat sebagai bahan refleksi terhadap penilaian banyak orang terhadap guru.

Tuesday, November 29, 2016

Mengapa Hal Buruk Menimpa Hidup Orang Baik?

Saya berharap pemimpin saya terbebas dari jeratan fitnah dan dapat melanjutkan tugasnya seperti sediakala. Ternyata, pengadilan memutuskan pemimpin saya itu sebagai tersangka. Beliau tidak mau ada praperadilan untuk menggugat keputusan pengadilan ini, yang menurut saya perlu digugat. Hati saya sedih. 

Kemarin malam, saya mengantarkan teman mengecek darah hingga keluar hasilnya. Kami sudah memilih rumah sakit umum agar tidak perlu membayar mahal. Pelayanan di rumah sakit umum tentu berbeda dengan di rumah sakit swasta, tempat tidur alakadarnya, dokter bukan ahli, menunggu hingga hampir 3 jam. Tidak mengapa asalkan tidak mahal. 

Ketika menerima tagihan, kami terkejut karena mahal sekali, juga tidak sesuai harapan kami semula yang hanya ingin memastikan teman saya itu tidak terkena tipus. Itu baru kami ketahui setelah konsultasi dengan tenaga medis tempat kami bekerja. Seharusnya orang sakit ditolong, sebaliknya sudah sakit, bayar mahal, tidak sesuai harapan pula. Mau protes? Gak pasti juga hasilnya akan memuaskan. Kami kecewa. 

Tuesday, November 22, 2016

Mecin

Kalau sedang malas, biasanya saya ikut saja pilihan menu dari teman kos.  Seperti malam ini, mereka pilih makan sosis panggang plus tahu krispi. Kebetulan,  saya memang belum pernah mencoba sosis panggang. Meski cuma begitu doang, tapi kenyang Kak, begitulah alasan mereka untuk meyakinkan saya. Alasan lainnya, mereka ingin diet jadi gak perlu makan nasi. Baiklah, semoga diet kalian berhasil hehe. 

Setelah membeli sosis, kami menuju gerobak tahu krispi. Abangnya tanya mau asin, pedas, manis, keju. Dalam hati saya hanya ingin tahunya saja tanpa ditambahkan bumbu lain. Karena teman-teman pakai tambahan, saya ikutan juga, pilih asin. Setelah selesai, pulanglah kami ke kos. 

Rasa sosisnya lumayan, meskipun rasanya saya tidak akan membeli lagi hehe. Tahu krispinya?  Sebenernya enak tapi campuran yang membuat rasa asin itu sungguh mengganggu rasa di lidah. Saya tawarkan ke temen lain, dia lalu berkomentar terlalu asin. Teman lain bilang itu mecinnya kebanyakan. 

Saturday, November 5, 2016

Keledai Liar

Coba renungkan kisah anak sulung dari satu keluarga kurang harmonis. Bayangkan kalau kamu yang ada di posisinya.

Aku ini seorang anak laki-laki, lahir dari seorang bapak yang sangat kaya. Setelah dewasa, aku baru tahu bahwa bapakku menikahi ibuku sebagai isteri kedua karena isteri pertamanya mandul, saat itu. Kini, isteri pertama bapakku sudah memiliki seorang anak. 

Sebagai anak pertama, seharusnya aku yang mendapatkan kasih sayang lebih banyak daripada adikku. Setelah adikku lahir, isteri pertamanya melarangku untuk bermain dengannya. Aku lebih sering menjauh dari kemewahan di rumah bapakku. Meskipun status ibuku isteri yang sah, tetap saja Ibu tidak setara haknya dengan isteri pertamanya. Mungkin karena dulunya Ibu seorang budak. 

Thursday, November 3, 2016

Berani

Berani karena benar, takut karena salah...
Terkenal banget ini kalimat, terutama waktu saya belajar PMP (mirip PKN atau Kewiraan, kalau untuk sekarang) di sekolah. Sampai sekarang, kalimat itu masih saya pegang meskipun seringkali saya tidak bisa melakukannya.

Kalau benar, sudah pasti berani?
Waktu dunia saya masih 'sempit', masih anak sekolahan, kalau saya benar, saya berani mengungkapkannya. Sejalan dengan pertambahan umur, pengalaman, relasi, saya menyaksikan kata berani ini berubah makna. Berani berarti kurang ajar jika menyangkut orang yang berada di atas saya. Berani berarti fanatik jika urusannya dengan memegang prinsip. Berani berarti tidak diplomatis, tidak mencari 'win-win solution' alias gue ama lu sama-sama menang.

Thursday, October 6, 2016

Hyper Grace

I wrote this thought when I was alone in my room, thinking about some people in internet saying that the christians can do sins without getting punishment because Jesus Christ already paid the punishment when He was crucified. And some 'christians' who think and teach this doctrine to the other 'christians' that no matter how bad they live their lives with no repentance of sins, God will love unconditionally. This is called Hyper Grace.

I don't understand the concept of hyper grace doctrine. As long as I am being a christian, even when I was unborn, never in my mind I imagine that God would allow me to live by my own. When I was unborn, I always had a thought that God must be holy and I must come before Him blameless, sinless, which I know at that time, it was impossible. That's why I always felt unworthy. I know God is kind and I'm sinful. I tried to make up my attitude, to pray and to go to church more so God would accept me. And I was afraid to die. I was afraid to see His face when I died.

Monday, October 3, 2016

Berita Bohong

Ceritanya, adik saya memberikan telepon pintar ke Mama. Sudah lama Mama menginginkan benda itu tetapi selalu kami tolak memberikannya karena Mama butuh waktu lama banget hanya untuk mengirimkan pesan teks ataupun mengisi kontak baru di teleponnya terdahulu yang sederhana. Entah mengapa, adik saya akhirnya mau juga memberikan telepon pintar itu.

Suatu malam, saat saya dan Mama baru pulang tamasya, Mama langsung mengambil telepon pintarnya dan mulai menelusuri berita melalui youtube. Mama sangat mengikuti perkembangan berita Jessica - Mirna segera saja tertarik membuka tautan yang ada di youtube. Mama begitu perhatian dengan isi berita di sana, sampai-sampai waktu tidur pun, telepon pintar itu tidak berpindah dari tangannya.

Monday, September 19, 2016

Atlet Pemanah

Semalam, tidak seperti biasanya, saya tidak memutar channel film atau berita. Sebaliknya, saya memutar channel olahraga olimpiade Rio de Janeiro 2016. Tidak tanggung-tanggung, saya menonton olahraga memanah. Tiap peserta memiliki kesempatan memanah dalam 5 set, masing-masing set, 3 kali. Seru juga, meskipun ini pertama kalinya saya menyaksikan olahraga ini.

Tibalah giliran peserta dari Indonesia, Ika Yuliana. Saat dia mengambil postur untuk membidik, tarikan senar panahnya itu ikut menarik sebagian wajah Ika. Bentuknya jadi lucu :p Sepertinya, dia tidak peduli dengan bentuk wajahnya. Saya melihat sorot mata dan bibir mengatup serius tanda dirinya hanya memikirkan satu hal, yaitu anak panah harus melesat ke lingkaran terdalam, yang diberi skor 10.

Thursday, September 15, 2016

Tidak Mungkin Nyasar



Bersepeda ke kantor memang menyenangkan. Menyenangkan dan menyehatkan. Menyehatkan dan menyegarkan. Kenapa menyenangkan? Ya, karena saya bisa atur waktu tiba di kantor, kira-kira 15 menit dengan kecepatan gowessedang.

Suatu hari, saya dan satu teman sekantor janjian bertemu di daerah Kelapa Dua untuk menjenguk mantan teman kantor. Kalau lewat jalur ‘resmi’ antara Lippo Utara – Kelapa Dua, melewati daerah Islamik, saya kuatir ditabrak mobil atau motor. Bagi goweser pemula, jalanan itu terbilang besar sekali dan konturnya menanjak. Saya sudah bisa membayangkan harus menuntun sepeda. Tidak kuat gowes. Kalau sepedanya dituntun, kok rasanya tidak keren ya? Hehe.

Menganggap Sepi

Semalam, saya marah sekali pada keponakan-keponakan saya, terutama keponakan pertama. Pasalnya, saya melihat dia sedang bermain gim daring ,...