Monday, January 27, 2020

Mencintai Apa Adanya

Kamu ingin aku cintai apa adanya,
tetapi maaf, aku tidak bisa.
Menurutku, itu bukan cinta,
lebih tepatnya, ketidakpedulian.
Apa kamu tahu siapa dirimu?
Aku melihatmu, menyapamu, merajut hari bersamamu,
tidak cukup sampai di situ.
Aku terdengar menyebalkan karena ada protesku.
Ketika aku protes,
aku meresikokan diriku, hubungan kita.
Tetapi tidak mengapa,
itu lebih baik daripada diam dan mencibir di belakang.
Aku mungkin tidak mengenal kamu dengan baik,
ah kamu juga begitu terhadap dirimu.
Kalau kamu kenal dirimu,
pasti kamu setuju bahwa kamu itu menyebalkan.
Sekarang kamu pasti sedang ingin membalas,
"Kamu juga tidak selalu menyenangkan!?!?!"
Iya, iya aku memang tidak selalu menyenangkan.
Makanya, kita lupakan mencintai satu sama lain apa adanya.
Aku inginkan dirimu yang lebih baik.
Jika seseorang menggarap sebuah buku untuk diterbitkan,
ia butuh mata orang lain untuk melihat kekhilafan di situ.
Mengapa aku tidak bisa melakukannya kepadamu?
Aku pun butuh matamu untuk mencintai aku,
seperti aku mencintaimu
Jangan cintai aku apa adanya
Aku pun tidak ingin mencintaimu apa adanya.

Wednesday, December 4, 2019

Do Not Touch


Murid A : (baca) Do Not Touch...ah aku sentuh ah (sambil pegang benda itu berkali-kali, melirik saya sambil senyum-senyum).

Saya       : (diam)
Murid A : (setelah puas memegang benda itu) Ms. kenapa sih gak boleh dipegang?
Saya       : karena benda itu ringkih, mudah pecah.
Murid A : Oh...emang belinya dimana?
Saya       : Di kota Anu. Jadi, sekarang kamu paham kan kenapa Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa?
Murid A : (bengong)
Saya       : Iya, kamu sudah membacanya dengan jelas tulisan peringatan itu, Do Not Touch. Tetapi kamu malah sengaja, bahagia melanggarnya. Seperti itulah dosa.
Murid A : hehe iya Ms.

Ingat dong perintah ini : "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati". Pemberi perintah itu Allah sendiri. Manusia pertama bergaul akrab dengan Tuhan, sehingga sudah pasti mereka mengenal Dia dengan baik, bahwa Dia yang memberi perintah, pastilah Dia menjatuhkan hukuman, jika ada yang melanggar.

Sunday, August 4, 2019

Jangan Tanyakan Apa Yang Negara Berikan Untukmu...

Gue lagi mikir-mikir dekorasi kemerdekaan apa yang cocok untuk perpustakaan sekolah senior. Pas lagi buka-buka koran, gue baca nih tentang artikel berjudul "Keberanian dan Integritas". Bagus banget, cerita tentang seorang 'evil advocate' yang akhirnya berbalik melawan kliennya yang selama ini memberikan uang banyak demi memberikan warisan terbaik kepada anaknya, yaitu the legacy of a good name, warisan nama baik. Di kemudian hari, seorang penerbang AU-AS melakukan tindakan heroik menghentikan pesawat musuh seorang diri, dan berhasil menjatuhkan 3 pesawat. Ternyata penerbang muda itu anak tunggalnya si mantan 'evil advocate'. Bapak dan anak itu bernama Eazy Eddy dan Butch O Hare. Keren ya.

Lain lagi pas gue baca tulisan Kompasiana yang mengkritisi kata-kata JFK di bagian judul postingan gue ini, yang sebetulnya pertama kali disebutkan oleh Cicero, mengatakan bahwa kata-kata di atas 'menyesatkan' karena sebetulnya negara memiliki para wakilnya yang seharusnya memberikan hak-hak WN-nya. Kata-kata di atas terasa seperti 'membodohi' karena seolah-olah WN yang baik harus konsisten melakukan kewajibannya tanpa menuntut, atau setidaknya tahu hak-haknya. Well, gak salah juga sih menurut gue.

Sunday, July 7, 2019

Just a Random Thought

Beberapa jam yang lalu, gue merasakan lagi perasaan yang dulu menyerang pikiran dan hati gue sampai gak bisa berbuat apa-apa, hanya keringat bau yang keluar akibat kecemasan berlebihan. Mungkin tidak banyak orang yang bisa merasakan senyata yang gue rasakan, katanya sih hanya 4% populasi bumi yang tahu apa yang gue maksudkan. Postingan kali ini hanya untuk menyimpan kenangan tentang perasaan itu, karena setelah selesai ditulis, gue berjanji pada diri sendiri untuk kembali realistis. Gue termasuk golongan INFP dan gue sebenernya gak suka akan hal itu. Tapi, yah sudahlah terima aja.

Perubahan-perubahan yang sudah terjadi, baik disengaja ataupun tidak disengaja oleh gue sendiri, memaksa gue untuk berhenti dan merenung. Gue tidak menyesal dengan tindakan yang gue ambil, inilah gue yang gak mau pura-pura senang, lagian gue gak tau juga caranya berpura-pura seperti itu. Emosi gue didominasi oleh kemarahan atau semangat yang tak padam. Mungkin keduanya memang sama ya, hanya beda kutub. Ketika perasaan aneh yang tadi gue sebutkan di atas itu menyerang gue, itu bikin gue 'lumpuh'. Itu bukan bentuk kemarahan, dan juga bukan suatu semangat. Biasanya butuh berhari-hari bisa balik dari 'kelumpuhan' itu.

Saturday, June 29, 2019

Ketekunan

Kalau kamu pernah ke perpustakaan atau memang bekerja di situ seperti saya, kamu pasti bisa membayangkan jenis orang yang paling sering berkunjung ke sana. Saya mau cerita tentang salah satu pengunjung berkacamata yang selalu membawa laptopnya kemana-mana. Di sekolah saya, dia itu salah satu tim pengembangan kurikulum sekolah. Kalau sedang tidak 'dikuasai' oleh pemikiran sendiri, dia akan menyapa saya kalau masuk ke perpustakaan. Sebaliknya, dia 'melengos' saja dengan laptop di tangannya, kadang dengan kuping yang 'disumpel' headset. Yang lebih ajaib lagi, dia suka berbicara sendiri. Dia tahu loh saya suka kaget kalau tiba-tiba dia berbicara pada seseorang padahal hanya kami berdua di dalam. Ah, ada-ada saja memang. Sebelum dia mengingatkan saya untuk tidak terkejut dengan perilaku 'ajaib'nya ini, saya sudah jauh lebih dulu memakluminya. Sesekali, dia suka berbincang-bincang bahkan melucu, yang sama sekali gak lucu, jadi saya harus memaksa bibir dan mulut tertawa. Melucu bukan talentanya, jadi harus dihargai jika dia sudah berusaha :D

Monday, June 24, 2019

Hari Kelulusan

Horeee, akhirnya kami resmi memakai toga dengan tali di topi yang sudah dipindah ke kanan. Ternyata ya ada artinya tuh kenapa tali itu harus dipindahkan. Jadi, selama kuliah, kami menggunakan otak kiri untuk mengerjakan tugas dan ujian, setelah lulus, kami diharapkan menggunakan otak kanan untuk mendorong kreatifitas dan kemampuan soft skills lainnya untuk mengatasi persoalan-persoalan sosial yang ada di sekitar kami. Bagus juga. Catet ya :D

Mama saya orangnya suka merayakan. Berbeda dengan saya yang menganggap segala capaian itu B aja, alias biasa aja. Memang ketika menjalani proses kelulusan itu, saya merasa dunia saya 'diobrak-abrik' dan selalu mengejar waktu. Saya lelah dan ingin segera selesai. Saya juga dikejar deadline kelulusan karena menggunakan fasilitas beasiswa. Mengingat kembali peristiwa itu, saya sangat bersyukur atas IPK yang lebih dari 3.5, lumayan bagi saya. Disuruh mengulang? Ogah. Temen dan dosen ada yang menyarankan untuk saya mengambil S3 tapi ntar dulu, saya baru saja menikmati kebebasan sebagai individu.

Sunday, March 31, 2019

I'm Not Angry, But...

I'm not angry with you, but...
There are things intolerable
You don't love My Father
it means you'll hate me
You'll hear a lot about my praising Father
You'll think I just am being a fussy
Telling you to do things you don't like
It's just me, the new me
You know me in the previous years, times I've left
I, myself, feel grateful that I get to know you
And I feel regretful to embrace the fact
That you don't love My Father
That you don't honor Him
That you think He's just the One sitting on His Throne
You don't know Him
And I can't fix your heart wounded by things I don't know yet
Well, I don't want to know either
The thing, the vital one I can do for you is praying
That My Gracious Father would be merciful
To give you the new heart
Like what He did to mine
You'll understand the things I'm saying now
But 'til then
I must separate myself from you
I'm not angry with you, it's just...
There are things intolerable
Deep down, I heart you, I feel you
Hopefully things will go well, with you and I

Wednesday, February 6, 2019

Sidang Tesis

Hari sidang tesis saya sudah semakin dekat. Dosen pembimbing menyarankan agar kami mempersiapkan hari itu dengan sebaik-baiknya. Selain format presentasi yang harus dibuat menarik dan informatif, kami juga harus tahu dan sadar akan setiap kata yang sudah kami tuliskan di dalam tesis. Oleh sebab itu, dosen pembimbing meminta kami untuk membaca lagi bab demi bab dengan seksama. Dengan seksama. Artinya, kami tahu di bagian mana kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja sudah dibuat, ataupun data-data penting yang seharusnya dimasukkan, namun terlewatkan. Jika penguji meminta pertanggungjawaban, kami dapat membuktikan dengan menyertakan data penting tersebut di slide lain, atau meminta maaf atas kekeliruan yang sudah terjadi, serta berjanji akan merevisi. 

Tuesday, November 27, 2018

Berjalan dalam Hujan

Kalau lagi ada pikiran berat yang cenderung banget, saya kurang bisa menceritakannya dengan orang lain. Semua hal bisa saya ceritakan sebenarnya, tetapi saya tidak akan berharap penyelesaian secara batin jika dibicarakan dengan orang lain. Saya tidak tahu kapan kebiasaan ini dimulai. Saya akan berjalan kaki dalam jarak yang jauh sambil berbicara kepada Tuhan dan diri sendiri. Ketika saya belum mendapat kabar Papa meninggal dunia, jiwa saya sudah merasa sedih, galau duluan. Saya berjalan keliling mal di Bandung, tanpa tujuan, dan membeli sepasang anting. Di dalam hati, saya mengatakan sepasang anting ini akan saya pakai pada penguburan Papa. Entah bagaimana saya mendapatkan perasaan itu, dan memang setiba di wartel, saya mendapat kabar Papa meninggal dunia. Sekarang, saya tidak tahu keberadaan sepasang anting itu.

Semalam, saya mengulangi 'ritual' berjalan jauh. Kali ini karena saya sangat sedih dengan keadaan seorang teman baik yang tidak bisa dibantu karena dirinya menolak dibantu padahal sudah diusahakan sebelumnya. Saya juga sedih dengan teman lain yang memiliki masalah dengan universitas sehingga tidak dapat meneruskan hingga sidang, untuk saat ini. Saya tahu perjuangan teman yang mengerjakan tesis ini, saya menyesalkan keadaan yang menimpa dia. Saya menyesalkan kedua teman saya ini, dan berpikir-pikir apa yang salah.

Sunday, November 25, 2018

Ester (Hadasa)

Ester menjadi sosok penting dalam perpolitikan Persia ketika dirinya masih menjadi kandidat sebagai ratu menggantikan posisi Ratu Wasti. Kala itu, Ester sudah 30 hari tidak dipanggil oleh Raja Ahasyweros. Menurut undang-undang yang berlaku, hukuman mati akan dijatuhkan kepada wanita atau pria yang mendatangi raja tanpa diminta.

Sebelum itu, Haman, seorang keturunan Raja Agag, menjadi kesayangan Raja Ahasyweros sampai-sampai Raja memberikan kekuasaan yang besar, juga mengharuskan rakyatnya menyembah Haman. Mordekhai, seorang Yahudi, tidak pernah mau melakukan penyembahan itu karena ia memiliki hukum yang berbeda dalam hidupnya. Mordekhai tentunya seorang warganegara yang baik, namun untuk urusan 'menyembah selain Tuhan' tidak bisa dilakukannya. Haman mengetahui hal ini dan sangat sakit hati. Begitu sakit hatinya hingga ia menganggap hina jika hanya membunuh Mordekhai. Ia bermaksud memunahkan seluruh bangsa Yahudi (memunahkan = membuat jadi punah). Ia berencana melakukannya dalam 1 hari, di semua daerah di Persia. Berita itu segera dikabarkan ke seluruh wilayah di Persia. Sudah dipastikan, seluruh orang Yahudi di Persia terkejut dan berduka, demikian juga dengan Mordekhai.

Thursday, September 20, 2018

Tesis

Benar sekali, saya mau curhat mengenai sepak terjang mengerjakan tesis. Kurang dari sebulan, saya meneruskan konsep tesis dari semester lalu. Untuk pengumpulan tesis komplit, kami hanya diberikan waktu kurang lebih 3 bulan. Saya senang mengerjakannya, tetapi selalu merasa kurang waktu. Saya bersyukur mendapatkan dosen pembimbing yang pintar konsep dan mampu menuangkan dalam tulisan dalam bahasa yang baik dan benar. Saya merasa beruntung, juga grogi karena tiap minggu tulisan saya akan dievaluasi oleh dosen ini. 

Sepanjang mengerjakan tesis, saya menemukan beberapa pencerahan, seperti:
1. Pemilihan kalimat dan ide pikiran dalam kalimat itu harus dapat dipertanggungjawabkan. Jadi, gak bener tuh kalau ada yang bilang bisa hanya dengan modal "ngecap". 
2. Alur pikiran jadi terkonsentrasi karena harus pilah-pilah sumber berdasarkan kata kunci. Itu pun masih harus dipertimbangkan apakah memang sejalan dengan topik ataukah hanya mengikuti perasaan kita yang bilang 'ini penting'. Dosen lain mengajarkan saya harus "tega" menghapus atau menaruh file-file yang tidak relevan, meskipun untuk mendapatkan file-file itu diperlukan usaha tertentu. 
3. Menulis tesis tidak bisa pakai pertimbangan perasaan, harus ada justifikasi mengapa suatu bahan diambil untuk ditambahkan ke daftar referensi.

Menganggap Sepi

Semalam, saya marah sekali pada keponakan-keponakan saya, terutama keponakan pertama. Pasalnya, saya melihat dia sedang bermain gim daring ,...