Rivkah buru-buru masuk melalui pintu itu. Gedung kuno namun tidak sepi pengunjung itu sudah menjadi rumah kedua baginya selama 3 tahun belakangan ini. Biasanya hanya kaum Adam saja yang diperbolehkan masuk ke dalam gedung itu, tetapi pengecualian buat Rivkah. Tiga tahun yang lalu, ayah Rivkah, seorang imam besar di sinagoge itu meninggal dunia dan hanya meninggalkan seorang puteri sebagai keturunannya. Kala itu Rivkah masih berusia 18 tahun. Sebagai satu-satunya keturunan ayahnya, Rivkah bersedia meninggalkan masa remajanya untuk mengabdi di rumah Tuhan, menggantikan posisi ayahnya.
Tuesday, March 5, 2013
Friday, March 1, 2013
Undangan untuk Menderita
Undangan merupakan suatu ajakan untuk melakukan sesuatu atau panggilan (supaya datang). Kalau kita diundang, ada perasaan-perasaan tertentu yang merajai hati kita, seperti senang karena keberadaan kita diingat, berharap mendapatkan kejutan, dan sebagainya. Perasaan-perasaan itu sah saja karena memang pihak pengundang akan melakukan segala hal yang perlu agar pihak yang diundang mau hadir.
Sunday, February 24, 2013
Nama Gue, Danang
"Dinda, loh...lo Dinda, kan?" jerit tertahan keluar dari mulut seorang pria berpakaian feminin. Di balik polesan wajahnya yang tebal, pria itu menatap Danang lamat-lamat. Danang yang diperhatikan sedemikian rupa oleh pria itu tertunduk malu. Pria itu segera berlalu sambil mengetuk-ngetukkan telunjuknya ke kepalanya, berpikir keras. Setelah mendapatkan saweran dari tamu di seberang, si pria bergegas menghampiri tempat duduk Danang lagi.
Tuesday, February 19, 2013
Everything about (you) Books
Pintu itu berderit, Sasa langsung menoleh. Di sana berdiri Ryan dengan wajah tersenyum. Sasa mengembangkan senyum keheranan melihat Ryan berdiri di sana.
"Sasa..."
"Ryan...kamu kok tau aku di sini? Hmm, aku tau pasti dari Maya, ya?" tanya Sasa sambil berjalan mendekati Ryan.
Ryan menaikkan kedua bahunya dan tersenyum lebih lebar, kedua matanya tidak berhenti menatap Sasa sehingga ia jadi salah tingkah.
Sunday, February 17, 2013
Gembalakanlah domba-dombaKu!
Saat diminta untuk mengepalai 2 posisi sekaligus di gereja, saya sempat ciut. Sebabnya, saya ini bukan tipe pemimpin, tetapi saya ini pengikut yang setia. Selanjutnya, saya merasa mereka yang di bawah kepemimpinan saya berkepribadian menarik yang membuat saya merasa tidak berdaya setiap kali berhadapan dengan mereka. Wednesday, January 30, 2013
So, THIS is NOT our HOME
I watched TV5 Monde just now and there was a story of a man trying to discover the Mayan civilization; risking his life, entering the underwater passage. I used to love this kind of adventure and I would have travelled to that place in my mind and even planned to go there somewhere. And my heart would tremble to see the underwater view. But when I sat and watched the man, I noticed that I didn't take a look at the underwater beautiful view anymore.Wednesday, January 23, 2013
Harga sebuah Ketaatan
Itulah saat pertama kalinya saya melawan diri sendiri dan mengambil tindakan 'menyebalkan'. Saya tahu, tindakan saya ini beresiko saya dijauhi.
Saya sadar, saya sedang menempatkan diri sebagai musuh, jika dia tidak ingin mendengar kebenaran yang saya katakan. Tetapi saya tidak punya pilihan lain.
Wednesday, December 19, 2012
Tentang Tuhan
Ada poster di internet yang mengatakan Tuhan itu seperti komputer, dia masuk ke dalam hidup saya, mengisi hidup saya, menghapus file yang rusak, mengedit bagian yang tidak perlu dan sebagainya. Seorang teman yang lain mengatakan Tuhan itu adalah energi positif yang diyakini membawa kebaikan bagi manusia. Sebagian besar mengatakan Tuhan itu penolong yang baik. Pernyataan-pernyataan di atas mengganggu saya karena mengecilkan pribadi Tuhan.
Thursday, October 11, 2012
Tuesday, September 25, 2012
Takut Nih!
Sewaktu ratu Ester mendengar kabar bahwa bangsa Yahudi akan dihabisi oleh Haman, hatinya menjadi sangat sedih. Namun ketika Mordekhai, sang pengasuhnya, memintanya untuk meminta permohonan bantuan kepada raja Ahasyweros, ratu Ester menolak dengan alasan takut. Dia takut kepada hukum yang melarang siapapun di lingkungan istana menemui sang raja tanpa ada perintah atau undangan.
Monday, March 5, 2012
Hati Baru
Tia kecil tak henti-hentinya meraung-raung, tangan kecilnya berusaha menggapai tubuh ibunya yg sudah tidak terlihat lagi. Keringat membasahi tubuhnya, ketakutan merajai hatinya kini. Liar matanya mencari-cari sosok pemberi kenyamanan dalam hidupnya itu, tetapi sia-sia saja. Sepasang tangan kekar menahan tubuh kecilnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Menganggap Sepi
Semalam, saya marah sekali pada keponakan-keponakan saya, terutama keponakan pertama. Pasalnya, saya melihat dia sedang bermain gim daring ,...
-
Pernikahan itu seperti perjalanan melalui laut menggunakan perahu, bisa terbuat dari apa saja. Tentunya, bahan pembuat perahu haruslah yang ...
-
Beberapa hari ini saya merenungkan tentang bekerja. Gak, saya tidak anti bekerja. Saya senang bekerja, apalagi pekerjaan fisik. Bekerja memb...

