Monday, September 21, 2015

Lubang Kecil

Buah kesukaan saya, apel, sudah masuk ke dalam tas. Pasti nanti gue laper, apel bagus sekali untuk menahan lapar hingga waktu makan siang. Setibanya di kantor, saya letakkan apel itu di 'meja konsumsi' di ruang kaca sebelah dalam. Meskipun di bagian atas buah apel ini sedikit busuk, saya yakin sekali jika bagian busuk itu dikerat, saya masih bisa menikmati buah apel yang renyah dan kaya jus.

Pukul sembilan. Saya belum merasa lapar, tetapi mulut saya sudah ingin mengunyah. Saya melangkah ke ruang kaca itu dan mengerat bagian busuk apel. Di keratan pertama, saya melihat sisi yang masih tersisa juga sudah membusuk. Saya kerat lagi untuk kedua kalinya. Bagian yang terlihat mulus di luar, ternyata juga busuk. Akhirnya saya buang seluruh bagian apel itu.

When God Writes Your Love Story

Saya suka kisah-kisah romantis. Saya pikir semua orang juga setuju dengan saya, meskipun kita memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Sepertinya, setiap pribadi punya cerita romantisnya masing-masing. Tidak selalu dengan pasangan lawan jenis, bisa saja dengan hubungan yang lain, contohnya hubungan dengan orangtua, kakak atau adik. Berbagai hubungan ini mempersiapkan diri seseorang untuk membina hubungan dengan calon suami atau isteri di masa depan.

Eric dan Leslie dilahirkan dan dibesarkan di negara yang sangat bebas, terutama dalam hal hubungan pria dan wanita, mendapatkan tekanan untuk menunjukkan iman mereka kepada Kristus dalam ketaatan menjalin hubungan istimewa ini. 'Perjuangan' ini diceritakan dengan bahasa yang menarik, dibarengi contoh yang nyata dan ada unsur lucunya juga. Meskipun demikian, saya dapat melihat bahwa Eric dan Leslie sangat serius dengan kebenaran Firman Tuhan, tidak lembek dalam menyatakannya.

Buku ini seperti mengingatkan kita bahwa Tuhan, Dialah penggagas awal keromantisan. Jadi, mengapa ragu menyerahkan persoalan hubungan kepada-Nya?

Selamat membaca

Wednesday, September 16, 2015

Bayar Denda

Salah satu pekerjaan saya di bagian sirkulasi perpustakaan adalah mengeluarkan surat peringatan keterlambatan pengembalian buku. Beberapa murid akan sangat menghargai pemberitahuan itu dan setelah menerimanya, mereka buru-buru menyelesaikannya. Segelintir yang kapok dan tidak mengulangi keterlambatannya dengan cara selalu mengecek tanggal pengembalian di selembar kertas kecil yang tertempel di setiap buku. Sayangnya, sebagian besar tetap saja mengulangi keterlambatannya hingga ada yang kesal dan memprotes sistem pemberian sangsi seperti ini. Padahal, hampir seluruh perpustakaan menerapkan sistem ini, tidak ada yang diubah. 

Beberapa minggu ini, Pak Pendeta sedang mengajarkan penginjilan dengan cara membagikan tautan video dari youtube. Di video tersebut, seseorang menanyakan kepada orang-orang yang ada di area publik mengenai 10 Perintah Allah yang tertulis di dalam hati mereka. Kalau ada yang belum tahu apa saja yang ada di dalam 10 Perintah Allah itu, berikut daftarnya:

Monday, September 14, 2015

Artificial Intelligence (AI)

Liburan lebaran yang lalu, teman-teman kantor berencana mengisi liburan bersama, salah satunya dengan nonton bersama. Sebenarnya, hanya nonton bersama itulah akhirnya terwujud. Saya dan dua teman lagi (laki-laki dan perempuan) memilih menonton Terminator Genysis. Setelah film selesai dan kami berjalan-jalan di mal, saya dan teman laki-laki tadi terlibat percakapan cukup mengesankan, buat saya. Dia bilang ide cerita film tadi ada di dunia nyata dalam bentuk artificial intelligence. Dia menjelaskan panjang lebar dan menurut saya lebay jika artificial intelligence itu harus dianggap sebagai ancaman serius untuk kehidupan manusia. Teman saya ini guru matematika yang suka buku, jadi saya pikir, dia hanya ikut-ikutan kata orang yang suka menulis buku-buku fiksi. 

Saya baru benar-benar ngeh perkataan dia waktu saya membaca tentang ini di koran Tempo, 31 Juli 2015. Artikel itu dimulai dengan Prof. Stephen Hawking dan CEO Tesla Motors yang memimpin lebih dari seribu ilmuwan dan peneliti robot terkemuka meneken surat peringatan terbuka ihwal bahaya perlombaan senjata militer berbasis Artificial Intelligence AI alias robot perang. Mereka ini orang-orang pintar di bidangnya dan mereka 'tahu' masa depan dunia jika robot perang ini diproduksi masal. Bahayanya lebih besar dari bom atom yang diciptakan Einstein.

Sunday, August 2, 2015

Tanda Alam

Ceritanya, saya dan satu teman naik motor sepulang dari menjenguk salah satu teman kerja yang sudah beberapa hari harus istirahat di rumah karena kena penyakit diabetes. Jarak balik ternyata lebih panjang dan melewati daerah-daerah perumahan baru. Hari sudah mulai gelap. Saya merasa angin yang menerpa kulit saya lebih dingin. Mungkin karena sudah malam. Beberapa kali saya memandang ke langit karena menangkap ada kilatan cahaya yang menyebabkan langit seperti "berkedip". Kedipan itu berulang di suatu tempat, sampai 3 atau 4 kali. 

Hati saya yakin sekali hari akan hujan. Saya bilang ke teman yang menyetir motor bahwa sebentar lagi akan hujan. Dia tidak mengiyakan karena memang sekarang sedang musim panas panjang. Lalu, saya diam lagi sambil mencari tanda-tanda alam lain. Saya mencium udara, baunya seperti tanah yang basah. Lalu, langit berkedip halus lagi. Saya bilang lagi ke teman bahwa hari akan hujan. Teman saya tetap tidak percaya dengan berbagai alasan. Saya juga jadi menilik diri sendiri. Apakah saya memang rindu hujan sampai-sampai saya berhalusinasi melihat kedipan di langit itu, bahkan sampai beberapa kali? Tanda-tanda alam itu masih saya rasakan terus hingga sampai di tujuan, tetapi saya tidak lagi memberi tahu teman saya. 

Monday, July 27, 2015

Musa

Sepanjang membaca kisah Musa, saya menemukan Musa itu orang rata-rata: pernah sok jadi pahlawan saat membunuh orang Mesir untuk membela bangsanya, pernah berusaha buang badan saat Tuhan memberikan tugas khusus dan ia mengelak dengan jawaban tidak bisa berkata-kata dengan baik, butuh nasihat orang dekat yaitu mertuanya Yitro, saat ia kelihatan tidak efektif dan efisien dalam mendengarkan keluhan bangsa yang dipimpinnya. Di saat yang sama, Musa juga seorang yang luar biasa, super, karena Tuhan memilih dia, satu-satunya manusia di jaman itu yang diijinkan untuk bertemu dengan Tuhan. 

Ketika Tuhan akan memberikan perintah kepada bangsa Israel, Musa diminta datang mendekat bersama-sama 70 tua-tua Israel. Mereka makan dan minum di sekitar Gunung Sinai. Setelah itu, Tuhan meminta hanya Musa yang diperbolehkan berhadapan langsung dengan Tuhan. Hanya dengan dialah, Tuhan bercakap-cakap langsung seperti dengan sahabat. Tuhan juga menyebut dia orang yang paling lemah lembut di seluruh dunia. Sungguh istimewa!

Wednesday, June 10, 2015

Takutlah, kembalilah

Neraca serong adalah kekejian bagi Tuhan (Amsal 11:1)
Tetapi mengapa masih dilakukan?
Mengapa tidak ada rasa takut akan Tuhan sedikit pun?
Mengapa kau biarkan Mamon itu menggerogotimu?

Tidak takutkan kau akan Tuhan?
Dia yang setiap saat keluar dari mulutmu
Dia yang di berbagai kesempatan selalu kau sebutkan
Dia yang menjadi penghias rumahmu, meja kerjamu

Monday, June 1, 2015

Kudet = Kurang Update

Hari ini penuh insiden di ruang kerja saya, dari pengajar yang 'ngamuk, seorang teman yang mengerjai saya dengan telepon 'gelap'-nya sampai teman lain yang memperlihatkan saya segala sesuatu yang lagi update dari Youtube. Yang mau saya bicarakan di postingan sekarang adalah tentang komentar teman yang mengatakan saya 'kudet' alias kurang update

Saya tidak tersinggung dengan label ini, sebaliknya baru menyadari betapa kudetnya saya sekarang dibanding dulu. Saya suka musik, film, buku yang bisa memuatkan kehausan saya akan pengetahuan. Dulu, saya akan sangat marah jika diganggu menonton, membaca semua buku (biarpun buku tersebut tidak cocok untuk umur saya pada waktu itu), lebih memilih duduk di bangku yang tidak dilewati orang agar bisa melamun. Otak saya tidak berhenti bekerja, bahkan pada saat saya tidak berbicara atau mengerjakan apapun.

Sunday, May 24, 2015

Dukaku Tempat Kudus-Mu


Kali pertama seorang teman menyodorkan buku ini, dan buku-buku lainnya karangan Yohan Candawasa, saya sedikit enggan membaca judulnya. Saya merasa, dari judulnya saja, buku ini pasti mengetengahkan masalah-masalah hidup yang sangat menyedihkan. Teman saya mengiyakan hal itu karena seorang temannya memberikan buku-buku itu di saat ia dirundung duka karena kehilangan anak pertamanya. 

Lama buku itu tergeletak saja di rak tanpa saya baca. Saya tidak suka buku-buku sedih karena hati saya akan ikut sakit dan menangis bersama orang yang diceritakan di dalam buku-buku sedih. Tetapi mengembalikan buku tanpa membacanya, pasti akan membuat teman saya 'kecewa'. Akhirnya, saya 'paksakan' diri membaca, mulai dari membaca komentar-komentar orang tentang buku itu. Hmm, not bad.

Tuesday, May 19, 2015

Tali Tubuh

Banyak tali di tubuhku
Beda warna
Beda ketebalan
Semuanya mengikatku

Aku bergeser ke kiri
Tali yang satu terasa lebih kencang
Aku bergeser ke kanan
Tali lainnya giliran mencengkram erat

Aku berusaha di tengah
Tidak selamanya berhasil
Kalau berhasil, tidak lama
Kembali sakit tubuhku karena ikatan itu

Mau Jadi Apa?

Jadi, ceritanya kami di dalam satu gereja ada di musim penginjilan. Beberapa orang datang ke satu tempat yang sudah kami doakan bersama, mereka 'berjuang' di sana tetapi kami yang tidak pergi, berdoa. Hanya berdoa? Eh, jangan salah, berdoa tuh perjuangan juga loh. Murid-murid Yesus saja meminta agar Yesus mengajari mereka berdoa, karena memang tidak mudah. Juga Yesus mengutus Roh Kudus ke dalam hati kita setelah pengangkatan-Nya ke surga untuk berdoa dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

Bukan tentang doa yang ingin saya posting kali ini, tetapi tentang komitmen. Saya dan satu teman mengalami kejadian yang nyaris mirip semalam. Kami sama-sama malas datang komsel. Bukan tentang suasana yang membosankan, atau teman-teman sekomsel yang membuat hati tidak enak, bukan tentang itu semua. Kalian juga pasti pernah merasakan malas tanpa alasan, terutama mengerjakan disiplin rohani. Tidak ada teguran keras atau omelan kalau tidak datang komsel. Semua akan baik-baik saja. Tetapi kenapa harus berkomitmen datang komsel?

Menganggap Sepi

Semalam, saya marah sekali pada keponakan-keponakan saya, terutama keponakan pertama. Pasalnya, saya melihat dia sedang bermain gim daring ,...