Setiap orang pasti punya pengalaman berhutang, setidaknya berhutang kepada ibu yang telah melahirkan dengan bersusah payah bahkan meresikokan nyawanya. Karena tidak memiliki tagihan yang macet dibayarkan di bank atau kepada seseorang, seringkali kita lupa kenyataan ini. Kenyataan bahwa sesungguhnya kita berhutang. Seringkali, kita hidup seperti air mengalir tanpa tujuan, tanpa tuntutan, karena menganggap hidup ini milik kita, bukan sebuah hutang.
Lebih buruknya lagi, seringkali kita berpikir Tuhanlah yang berhutang dengan kita. Doa-doa yang berisikan permintaan, menyisakan sedikit ruang untuk mendengarkan keinginan Tuhan, itulah yang dipanjatkan. Mungkin kita berpikir, Tuhan sudah menciptakan saya berarti Dia bertanggung jawab memelihara saya. Pernyataan ini tidak salah tetapi juga tidak sepenuhnya benar.
Lebih buruknya lagi, seringkali kita berpikir Tuhanlah yang berhutang dengan kita. Doa-doa yang berisikan permintaan, menyisakan sedikit ruang untuk mendengarkan keinginan Tuhan, itulah yang dipanjatkan. Mungkin kita berpikir, Tuhan sudah menciptakan saya berarti Dia bertanggung jawab memelihara saya. Pernyataan ini tidak salah tetapi juga tidak sepenuhnya benar.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)